- Marine Fish
a. Barakuda
Barakuda adalah ikan dalam kelas Actinopterygii yang dikenal berwujud menyeramkan dan berukuran tubuh besar, yaitu sampai panjang enam kakidan lebar satu kaki. Tubuhnya panjang dan ditutupi oleh sisik yang halus. Ikan ini dapat ditemukan di samudra tropis dan subtropis di seluruh dunia. Barakuda adalah anggota genus Sphyraena, satu-satunya genus dalam familia Sphyraenidae.
Ikan barakuda merupakan salah satu jenis ikan predator permukaan air dan dasar laut, mempunyai kecepatan dalam berenang, apalagi kalau lagi memburu mangsa yang jadi makanannya, barakuda akan berenang secepat torpedo, dengan kecepatan hampir rata-rata 74 km/jam.
Penyebaran dan Habitat
Ikan barakuda banyak ditemui didaerah perairan dangkal pada selat-selat, semenanjung dan teluk-teluk dipantai, ikan barakuda hidup dalam suatu kumpulan ikan dalam jumlah yang sangat banyak, mungkin bisa mencapai ribuan jumlahnya atau bahkan bisa jadi sampai jutaan jumlahnya.
Ikan jenis barakuda yang tinggal di perairan Karibia ternyata sudah punah. Menurut para ahli kelautan, ikan buas tersebut mengalami kepunahan karena terlalu banyak diambil atau dipancing oleh para nelayan. Kebiasaan memancing para nelayan ternyata tidak ramah lingkungan. Mereka mengambil ikan-ikan di laut tanpa memperhatikan kelestariannya, sehingga membuat keberadaan ikan barakuda tersebut punah. Selain itu batu-batu koral tempat ikan barakuda tinggal juga banyak yang rusak.
Nilai Ekonomis
Bagi penyelam, Barracuda cukup berbahaya karena sering menyerang, sebelum menyerang, Barracuda akan berdiri diam dari jarak yang jauh dan tiba-tiba… syut… kuping bisa hilang, atau badan akan terputus. Para penyelam disarankan untuk tidak memakai barang-barang yang berkilat (misalnya: anting) untuk menghindari ketertarikan Barracuda. Baracuda merupakan ikan air asin yang sudah dikenal karena akselerasi berenangnya.
Reputasi seram disandang karena giginya yang tajam dan tidak segan-segan menyerang apapun jika terancam. Jenis baracuda yang paling ditakuti adalah jenis “Great Baracuda” atau “the tiger of the sea” karena ukurannya yg super besar untuk ikan yang mempunyai kecepatan berenang di atas 5-7 knot.
Akan tetapi ikan ini juga banyak dicari oleh para nelayan untuk dijual maupun dikonsumsi.
b. Ikan Baronang
Penyebaran dan Habitat
Habitat ikan beronang (Siganus guttatus) sebagian besar hidup dipantai yang banyak ditumbuhi tumbuhan air seperti lamun, namun juga sering dijumpai hidup di daerah yang memiliki hutan bakau serta kadang masuk ke muara sungai bersamaan dengan air pasang. Hal ini dikarenakan ikan beronang tergolong sebagai ikan herbivore (pemakan tumbuhan). Ikan beronang (Siganus guttatus) sangat peka terhadap perubahan lingkungan, memiliki kebiasaan hidup bergerombol dan aktiv pada siang hari (diurnal).
Nilai Ekonomis
Ikan baronang merupakan salah 1 jenis ikan laut bernilai ekonomis penting yang banyak di temukan di perairan Indonesia. Ikan ini bernilai gizi tinggi dan telah di budi dayakan secara komersial di beberapa negara tropis.
Ikan Beronang (Siganus guttatus) merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki prospek yang baik untuk dibudidayakan pada wadah terkontrol seperti di tambak atau keramba. Selain karena memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi serta digemari masyarakat karena rasanya yang gurih dan lezat, hal ini juga disebabkan karena ikan ini merupakan ikan herbivora yang dapat memakan lumut maupun klekap yang tumbuh ditambak, disamping itu ikan Ikan Beronang (Siganus guttatus) juga responsif terhadap pakan buatan serta memiliki laju pertumbuhan yang relatif tinggi.
Dewasa ini usaha budidaya Beronang (Siganus guttatus) ditambak maupun dikeramba, masih mengandalkan benih yang bersal dari hasil tangkapan dialam dimana benih yang dihasilkan sangat terbatas dan bersifat musiman, serta Akibat dari eksploitasi yang berlebihan, ikan ini semakin berkurangnya jumlah di alam. Olehnya itu untuk menyediakan benih yang kontinyu dan tidak lagi tergantung dengan hasil tangkapan di alam, maka perlu kiranya dilakukan usaha pembenihan di Hatchery yang dapat memproduksi benih secara massal.
Dewasa ini kegiatan perikanan ikan baronang semakin digalakkan sejalan dengan bertambahnya permintaan ikan baronang, terutama untuk memenuhi kebutuhan dalam negri khususnya dalam melayani permintaan hotel-hotel dan restoran, maupun sebagai komoditas ekspor.
c. Ikan Bandeng ( Chanos chanos)
Penyebaran dan Habitat
Ikan bandeng adalah ikan payau golongan teleostei karena ikan ini mempunyai tulang keras (sejati). Ikan bandeng adalah salah satu ikan catadromeous yaitu ikan yang melakukan perjalanan ke laut untuk bertelur dan memijah dilaut, maka dari itu ikan bandeng mempunyai kemampuan osmotic yang tinggi. Mereka hidup di Samudra Hindia dan menyeberanginya sampai Samudra Pasifik, mereka cenderung bergerombol di sekitar pesisir dan pulau-pulau dengan koral. Ikan yang muda dan baru menetas hidup di laut untuk 2 – 3 minggu, lalu berpindah ke rawa-rawa bakau, daerah payau, dan kadangkala danau-danau. Bandeng baru kembali ke laut kalau sudah dewasa dan bisa berkembang biak
Nilai Ekonomis
Ikan bandeng (Chanos chanos Forskal ) merupakan salah satu jenis ikan air payau yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Jenis Ikan ini sudah dikenal oleh masyarakat luas karena merupakan salah satu sumber protein hewani yang memiliki nilai gizi yang cukup tinggi serta ditunjang dengan rasanya yang enak dan memiliki kandungan kolesterol yang rendah sehingga aman untuk kesehatan. Pengolahan produk ikan bandeng yang semakin meningkat pada saat ini, seperti bandeng presto yang semua tulang dan durinya menjadi lunak, yang menyebabkan meningkatnya jumlah yang mengkonsumsi ikan bandeng, sehingga permintaan pasar akan ikan bandeng akhir-akhir ini terus meningkat. Kondisi ini memberikan peluang kepada pembudidaya untuk mengembangkan usaha budidaya bandeng (Chanos chanos Forskal) di seluruh wilayah Indonesia yang berpotensi sehingga dapat memenuhi ketersediaan pasokan ikan bandeng.
d. Ikan Tongkol (Euthynnus affinis)
Penyebaran dan Habitat
Ikan tongkol termasuk dalam golongan ikan pelagis, perenang cepat, mempunyai kadar lemak yang rendah, serta mempunyai komposisi daging yang terdiri daging merah dan putih. Ikan tongkol masih dalam keluarga Scombridae, bentuk tubuh seperti cerucut, dengan kulit licin dan sirip dada melengkung ujungnya tirus dan pangkalnya lebar. Ekor bercagak dua dengan kedua ujungnya yang panjang. Sirip punggung, dubur, perut, dan dada pada pangkalnya mempunyai lekukan pada tubuh, sehingga sirip ini dapat dilipat masuk kedalam lekukan tersebut, sehingga dapat memperkecil daya gesekan dengan air pada waktu ikan tersebut berenang cepat. Di belakang sirip punggung dan dubur terdapat sirip-sirip tambahan yang kecil-kecil (Djuhanda, 1981).
Penyebaran dan Habitat
Ikan Tongkol terdapat di seluruh perairan hangat Indo-Pasifik barat, termasuk laut kepulauan dan laut nusantara. Hidup di periaran epipelagik, merupakan spesies neuritik yang mendiami perairan dengan kisaran suhu antara 18-29°C.Ikan ini cenderung membentuk kelompok (school) multi spesies berdasarkan ukuran antara lain Thunnus albaceres kecil, Katsuwanus pelamis, Auxis sp. Terdiri dari 100-5000 individu. Puncak musim pemijahan bervariasi tergantung pada daerah seperti perairan Filipina bulan Maret-Mei, Perairan Afrika Timur pada pertengahan musim barat daya sampai permulaan musim-musim tenggara atau Januari-Juli dan di Perairan Indonesia diperkirakan pada bulan Agustus-Oktober. Ikan ini merupkan predator yang rakus memakan barbagai ikan kecil,udang dan cepalopoda sebaliknya juga memakan mangsa dari hiu dan marlin. Panjang baku maximum 100 cm dengan berat 13,6kg umumnya 60 cm, di Samudera Hindia usia 3 tahun panjang baku 50-65 cm. (Kottelate dan Nauen ,1983).
e. Ikan Kakap Merah (L. campechanus)
Ikan kakap merah merupakan ikan dasar yang selalu berkelompok menempati karang, tandes atau rumpon. Ikan kakap merah yang mempunyai nama inggris red snapper hampir bisa ditemui semua lokasi di Indonesia bahkan di dunia. Ikan yang biasanya memiliki nama latin depannya Lutjanus termasuk dalam family Lutjanidae. Soal jenisnya kakap sendiri ada banyak macam spesiesnya, namun pada rubrik ini kami hanya membahas spesies kakap pada umumnya. Lantaran warna ikan ini merah, orang-orangpun menyebutnya dengan nama kakap merah.
Penyebaran dan Habitat
Ikan kakap merah nama ilmiahnya adalah Lutjanus campechanus sedangkan dalam bahasa inggris dikenal dengana nama Red Snapper. Ikan kakap merah ini termasuk salah satu jenis ikan yang juga menjadi target utama sebagian pemancing. Biasanya ikan ini menghuni perairan antara 10-60 meter kedalaman laut dan dapat ditemui di seluruh perairan Indonesia. Tempat yang menjadi Favorit untuk persembunyiannya adalah batu karang, bangkai kapal yang tenggelam dan rumpon. Bahkan ditempat itupula ikan kakap ini berkembang biak dan mencari makan sehari-hari. Jika lokasi tersebut tidak disambangi oleh mania mancing ikan kakap akan terus beranak pinak hingga jumlahnya sangat banyak. Akan tetapi dengan kecanggihan teknologi, para pemancing dapat dengan mudah mendeteksi keberadaan ikan kakap itu. Ikan kakap memang senang menempati tandes, karang, kapal tenggelam maupun rumpon. warna kepala dan badan ikan kakap merah adalah merah. Daerah persebarannya meliputi perairan Kalimantan Timur sampai Natuna, Laut Jawa, ikan ini ditangkap dengan pancing
Nilai Ekonomis
Ikan kakap merah merupakan ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Ikan ini biasanya sangat digemari untuk dikonsumsi. Harganya dapat mencapai 7-10 ribu per kg.
2. Diadromous
2.1 Anadromous
a. Tiga duri stickleback (Gasterosteus aculeatus)
Penyebaran dan Habitat
Ikan ini merupakan ikan asli sebagian besar Eropa Utara, Asia Utara dan Amerika Utara. Itu diperkenalkan di bagian Tengah dan Amerika Selatan. Bentuk anadromous menghabiskan sebagian besar kehidupan dewasa makan plankton dan ikan laut dan kembali ke air tawar untuk bertelur. ikan dewasa biasanya antara 6 dan 10 cm pelat baja yang panjang dan sisi 30-40 di sisi mereka. Mereka juga memiliki duri punggung dan panggul panjang. Bentuk anadromous adalah morfologi serupa di seluruh belahan bumi utara, seperti ikan anadromous dari Baltik, Atlantik dan Pasifik semua cukup mirip satu sama lain.
Ada juga populasi stickleback tiga-spined di sungai dan danau air tawar. Populasi ini yang mungkin terbentuk ketika ikan anadromous memulai siklus hidupnya di air tawar dan karena itu berevolusi untuk tinggal di sana semua pengeluaran tahun. Populasi air tawar sangat beragam morfologis, karena banyak pengamat (dan beberapa ahli taksonomi) bisa menggambarkan subspesies baru stickleback tiga-spined di hampir setiap danau di belahan bumi utara. Perbedaan yang konsisten antara populasi nenek moyang air tawar dan anadromous adalah jumlah baju besi, seperti kebanyakan ikan air tawar hanya antara pelat baja 0 dan 12 dan duri lateral lebih pendek dan panggul. Namun, ada juga perbedaan morfologi besar antara danau. Fokus utama dari variasi antara populasi di dalam, danau curam dan orang-orang di danau dangkal kecil. Ikan dalam danau biasanya pakan di perairan permukaan di plankton dan sering.
Beberapa peneliti menyebutnya sebagai bentuk yangg tinggal di air tawar. Ikan di danau dangkal, ia makan terutama di tempat tidur danau, dan sering panjang dan berat tubuh dengan rahang yang relatif datar dan mata kecil. Orang-orang ini dipanggil untuk bentuk bentik. Mengingat bahwa masing-masing cekungan mungkin dijajah oleh stickleback para anadromous terpisah, diterima secara luas bahwa morfologi populasi serupa di lembah sungai yang berbeda atau di benua yang berbeda berevolusi secara independen. Ada populasi tunggal di Danau meromictic Rose Park di Gatineau, Quebec.
b. Salmon
Penyebaran dan Habitat
Salmon adalah sejenis ikan laut dari famili Salmonidae. Ikan lain yang satu famili dengan salmon adlaah ikan trout. Perbedaannya adalah pada migrasi hidup salmon dibandingkan dengan ikan trout yang menetap. Salmon hidup di Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik.
Secara umum, salmon adalah spesies anadromous, yaitu spesies yang bermigrasi untuk berkembang biak. Salmon lahir di perairan air tawar, bermigrasi ke lautan, lalu kembali ke air tawar untuk bereproduksi. Terdapat suatu kepercayaan bahwa salmon selalu kembali ke tempat yang sama di mana ia dilahirkan untuk berkembang biak. Penelitian menunjukkan demikian, namun alasan mengapa hal itu terjadi dan bagaimana salmon dapat menyimpan memori tersebut masih misteri.
Salmon kembali ke perairan air tawar yang deras untuk berkembang biak. Metode navigasi yang dilakukannya kemungkinan dilakukan dengan indra penciuman ikan tersebut. Setengah dari salmon dewasa akan mati dalam beberapa hari hingga minggu setelah berkembang biak.
Untuk menaruh telur, salmon betina mengepakkan ekornya untuk menciptakan wilayah bertekanan rendah untuk mengangkat kerikil agar tersapu arus, menciptakan celah baginya untuk menaruh telur. Satu celah dapat menampung 5000 telur, menutupi area sekitar 2,8 m2. Warna telur bervariasi dari oranye hingga merah. Satu atau lebih salmon jantan akan mendekati betina dan mengeluarkan spermanya ke air untuk membuahi telur. Salmon betina lalu menutupi telur-telurnya dengan menyapu kerikil lalu pergi bertelur di tempat lain. Salmon betina dapat melakukannya sebanyak tujuh kali sebelum telur dalam ovariumnya habis. Salmon akan mati dalam hitungan hari setelah bertelur.
Telur harus diletakkan di bawah kerikil di sekitar air yang dingin dengan arus yang baik sebagai suplai oksigen. Kematian yang tinggi umum terjadi pada tahap ini, yang sebagian besar terjadi akibat predasi dan perubahan kondisi perairan akibat ulah manusia.
Salmon muda menetap di perairan air tawar tersebut tempat mereka dilahirkan, selama tiga tahun sebelum bermigrasi ke lautan. Pada masa tersebut, mereka berwarna keperakan. Diperkirakan hanya 10% dari jumlah telur yang selamat mencapai tahap ini.
Salmon menghabiskan waktu selama satu hingga lima tahun sebelum mencapai usia kematangan seksual. Salmon dewasa akan kembali ke tempat di mana dia dilahirkan untuk berkembang biak. Untuk menuju ke proses tersebut, beberapa jenis salmon mengembangkan taring. Warna mereka akan menjadi gelap. Jarak perjalanan yang dilakukan salmon sangat menakjubkan, mereka dapat mengarungi arus sungai sejauh 1.400 km dan mendaki setinggi 2.100 km dari lautan menuju tempat di mana mereka dilahirkan.
Nilai Ekonomis
Ikan salmon selain dikenal sebagai makanan bagi otak juga memiliki khasiat sebagai makanan untuk menjaga kulit sehat. Ikan salmon dapat mengobati terjadinya keriput pada kulit dan memelihara penampilan kulit tetap sehat. Mengapa Salmon? Salmon adalah ikan yang kaya lemak tak jenuh Omega 3 yangdapat mengurangi produksi partikel penyebab radang dalam tubuh yang dapat merusak kulit. Jika anda tidak bisa makan salmon cobalah beberapa ikan laut lain seperti ikan haring, ikan bandeng dan ikan tawar lain yang memberikan keuntungan anti radang yang sama. Salmon juga mengandung protein tinggi, coenzim Q-10 adalah suatu antioksidan dan juga kaya dimethylaminoetahnol.
Di kalangan juru masak, salmon, boleh dibilang adalah ikan paling favorit untuk dipilih. Citarasanya pun sangat lezat. Selain itu paduan warna dagingnya sangat menarik, merah muda dan oranye, benar-benar menggugah selera. Sulit rasanya menemukan jenis ikan yang dapat dimakan mentah, diasap, ataupun dimatangkan terlebih dahulu, seperti halnya salmon. Dibanding ikan lainnya, daging ikan salmon memang terasa sangat lembut. Ini dikarenakan kandungan lemak tak jenuhnya (lemak Omega-3) yang terdapat pada salmon cukup tinggi.
Menurut penelitian, Omega-3 ini dapat membantu menurunkan tingkat kolesterol, sehingga dapat terhindar dari penyakit jantung dan stroke. Selain itu, Omega-3, juga dapat membantu pertahanan tubuh dari serangan kanker dan radang sendi (arthritis). Ikan ini juga merupakan ikan yang sangat bergizi dan menjadi sumber protein, kalsium, fosfor, dan vitamin D yang tentunya sangat bermanfaat bagi tubuh Anda. Karena itu, sebisa mungkin Anda menikmati ikan salmon ini secara rutin, dalam satu atau dua bulan sekali. Bahkan, bila berkenan, maka Anda bisa menikmatinya secara rutin dalam waktu satu atau dua minggu sekali atau lebih sering lagi.
c. Ikan Trout
Ikan ini hidup dalam air yang sejuk, bersih, dan tinggi kandungan oksigen. Biasanya, ikan ini boleh didapati di kawasan sungai-sungai di gunung dan sungai yang tidak tercemar. Ikan trout turut dikenali sebagai ikan air tawar terpantas berenang kerana memiliki kelajuan berenang antara 10 hingga 20 kilometer sejam. Ketika di dalam suhu air lima hingga sepuluh darjah Celsius ikan trout akan menjadi lebih aktif. Biasanya ikan ini hidup dalam kumpulan terpencil dan akan mempertahankan kawasannya apabila diganggu. Makanannya adalah haiwan yang agak besar seperti ikan minnows, serangga, dan larva.
d. Ikan Kuweh
Penyebaran dan Habitat
Ikan Kuwe, Caranx sexfasciatus (Carangidae); hidup di perairan dangkal, terumbu karang, membentuk gerombolan kecil, dapat mencapai panjang ikan 75 cm, umumnya 50 cm. Termasuk ikan buas, makanannya ikan-ikan kecil, krustasea, penangkapan dengan pancing, bubu, jaring klotok, moroami jaring insang. Dipasarkan dalam bentuk segar, asin kering (harga agak mahal). Daerah penyebaran; sepanjang pantai dangkal, perairan karang Indonesia, Teluk Benggala, Teluk Siam, sepanjang pantai Laut Cina Selatan, Philipinna.
Indian Threadfish ( Alectis indicus ) Istilah Indonesia: Kuwe Rambe, Lowang, Jebus Ciri-ciri Kuwe Rambe, berwarna perak Dll
Ikan Kuwe (Caranx Sexfasciatus) atau yang lebih dikenal dengan nama bluefin treavllyu, termasuk ikan dasar dari golongan predator. Sejatinya si Kuwe adalah ikan perairan berkarang dangkal dan berbatasan dengan laut terbuka.
Ikan kuwe memiliki lingkup “pergaulan” yang unik. Seperti halnya manusia, ikan kuwe pun gemar bercengkerama dengan teman sebayanya. Habitat ikan kuwe kecil lebih senang berada di dekat karang. Adapun ikan kuwe besar kebanyakan menyebar lebih jauh dan sering pula muncul ke permukaan.
Ikan kuwe merupakan salah satu kandidat pengembangan budidaya laut yang sangat potensial. Ikan ini memiliki nilai ekonomisa yang tinggi karena disamping sebagai ikan hias saat masih yuwana juga merupakan ikan konsumsi dengan harga jual Rp 3.000 – 5.000 per kg. Sampai saat ini produksi ikan kuwe masih mengandalkan tangkapan alam. Belum ada pembudidayaan dari tambak ataupu jaring terapung.
e. Ikan Belanak
Belanak (Valamugil seheli; familia Mugilidae) adalah sejenis ikan laut tropis dan subtropis yang bentuknya hampir menyerupai bandeng. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai blue-spot mullet ataublue-tail mullet (Langer, et al. 1997).
Belanak tersebar di perairan tropis dan subtropis (FAO, 1974 dalam Langer, et al. 1997), juga ditemukan di air payau dan kadang-kadang di air tawar (Iversen, 1976). Ikan ini terdistribusi pada semua perairan terutama di daerah estuari (coastal) dan laut di daerah tropis dan subtropis yaitu di Indo-Pacific, Filipina, dan Laut Cina Selatan, hingga Australia. Di Sungai Musi ikan belanak hidup di daerah muara dan estuaria seperti di daerah Sungsang dan Sembilang (Utomo, et al., 2007). Ikan belanak merupakan jenis ikan pelagis (benthopelagic) yang bersifat katadromus hidup di perairan tawar seperti sungai, estuari dan laut dengan kedalaman sampai 120 meter, temperatur antara 8-240C (Langer, et al. 1997).
Nilai Ekonomis
Tidak banyak yang mengenal ikan belanak. Padahal ikan ini sudah dapat dibudidayakan. Persebaran perikanan budidaya jenis ikan ini memang belum banyak. Budidaya ikan belanak hanya dapat di temui di pulau jawa dan sebagian pulau kalimantan.
2.2 Katadromous
a. Ikan Sidat
Ikan sidat dikelompokkan dalam spesies diadromous yang bersifat katadromous, yakni bermigrasi dari habitat air tawar ke air laut. Pada saat bereproduksi ikan sidat akan menuju ke laut, disana telur akan menetas dan berkembang. Tetapi ketika beranjak dewasa ikan-ikan sidat akan kembali ke hulu sungai. Stadia glass eel (larva) ikan sidat lebih menyukai air laut dan bersifat osmoregulator kuat. Sedangkan elver (benih sidat) yang sudah mengalami pigmentasi penuh lebih menyukai perairan tawar. Ikan sidat ketika berada di laut akan meminum banyak sekali air laut, lalu memompa kelebihan garam dengan insang dan mengekskresikan urin dalam jumlah yang relatif sedikit. Hal ini dilakukan untuk mengkompensasikan kehilangan air yang terjadi secara osmosis. Sedangkan ketika berada di air tawar ikan sidat akan sedikit minum dan banyak mengeluarkan urin yang hipoosmotik dengan cairan tubuhnya untuk menyeimbangkan perolehan air.
Budidaya ikan sidat mungkin masih kalah populer dengan ikan-ikan jenis lainnya seperti ikan lele, gurame, Ikan mas dan ikan lainnya. Meski demikian potensi bisnis budidaya ikan sidat cukup cerah untuk dicoba. Di dalam negeri ikan sidat memang belum menempati posisi yang bagus, karena harganya sangat mahal tapi di negara Jepang, Macau, Taiwan, China dan Hongkong, Ikan Sidat merupakan ikan yang banyak digemari. Selain digemari karena kandungan gizi yang tinggi harga ikan sidat sangatlah fantastis, masakan Ikan sidat di restoran Jepang bisa mencapai 400 ribu satu porsi, sehingga peluang bisnis ikan sidat sangat bagus untuk ditekuni.
Ikan sidat merupakan salah satu kekayaan laut Indonesia , di perairan Indonesia sumberdaya benih Ikan sidat cukup berlimpah. Bentuk ikan sidat mirip dengan belut, namun ukurannya lebih besar. Setidaknya, terdapat empat jenis sidat, yaitu Anguilla bicolor, Anguilla marmorata, Anguilla nebulosa, dan Anguilla celebesensis. Awal mula eksport ikan sidat Indonesia mengandalkan tangkapan dari alam, namun lambat laun budidaya ikan sidat mulai digalakkan.
Ikan sidat sendiri merupakan ikan sejenis belut berkuping , namun bentuknya lebih panjang dan besar. Ada yang mencapai 50 cm. Hidup ikan sidat bisa berada di air asin dan air tawar,saat bertelur ikan sidat membutuhkan lokasi laut dalam sedangkan ketika tumbuh dewasa mereka hidup di air payau dan tawar kondisi ini cocok dengan kondisi alam maritim Indonesia.
Banyak orang yang ngeri melihat ikan sidat karena mirip ular ,tetapi konsumen asing menganggap cita rasa ikan sidat enak dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Harga ikan sidat per kilogram bisa mencapai 300 ribu rupiah.
Menurut data BPPT setiap tahunnya Jepang membutuhkan 150 ribu ton dari 250 ribu ton kebutuhan Ikan sidat dunia, padahal produksi negara sakura itu hanya 21 ribu ton per tahun. Data ini menunjukkan peluang usaha eksport ikan sidat yang masih terbuka lebar.
Karena peluang usaha ikan sidat di luar negeri cukup besar sedangkan di dalam negeri kurang diminati, banyak ikan sidat Indonesia yang di jual ke Luar negeri dalam bentuk bibit. Hal ini jelas merugikan pelaku usaha ikan sidat di dalam negeri, karena harga ikan sidat benih dan ukuran konsumsi terpaut cukup jauh. Nilai ikan sidat akan semakin tinggi jika ukuran dan bobotnya semakin besar
b. Ikan Belut
Penyebaran dan Habitat
Belut (ordo Anguilliformes) merupakan jenis hewan air tawar dengan bentuk tubuh bulat memanjang yang hanya memiliki sirip punggung dan tubuhnya licin. Belut suka memakan anak-anak ikan yang masih kecil. Biasanya hidup di sawah-sawah, di rawa-rawa/lumpur dan di kali-kali kecil. Di Indonesia sejak tahun 1979, belut mulai dikenal dan digemari, hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas ekspor.
Ordo Anguilliformes terdiri atas 4 subordo, 19 famili, 110 genera, dan 400 spesies. Mayoritas belut adalah predator.
Tergantung spesiesnya, panjang seekor belut berkisar antara 10 cm hingga 3 m, dan memiliki berat hingga 65 kg. Belut biasanya hidup di rawa rawa yang lembab dan berkontur tanah liat. dapat bertahan didaratan dalam waktu yang cukup lama karena dapat bernapas dalam kondisi oksigen yang rendah.
Siklus hidup belut masih merupakan sebuah misteri untuk waktu yang lama, sebab larva belut terlihat sangat berbeda dari belut dewasa, dan dianggap sebagai spesies yang berbeda.
Nilai Ekonomis
Siapa yang belum pernah makan belut? Bagi sebagian orang ada yang merasa geli, namun sebagian orang lagi merasa bahwa belut adalah makanan yang lezat. Kalau menurut saya sih enak2x aja rasanya hehehe. Masakan belut paling enak pernah saya rasakan di Semarang, belutnya di bikin mangut, rasanya pedas2x asem gurih, pokoknya enak lah.
Ternyata belut sangat disukai oleh orang-orang luar negeri lho, bahkan permintaan belut di luar negeri sangat besar dan belum terpenuhi. Negara-negara pengimpor belut diantaranya adalah Jepang, Belgia, Spanyol, Perancis, Belanda, Jerman, Hongkong dan Denmark. Nah ini adalah kesempatan bagi petani-petani ikan di Indonesia untuk memanfaatkan peluang ekspor ini.
Belut mempunyai peluang pasar export yang cukup prospektif. Kebutuhan dan permintaan belut dinegara-negara Asia mencapai hampir 60 ton setiap hari. Sementara yang terpenuhi baru sekitar 5 ton / hari. Negara-negara pengimport belut antara lain Hongkong, Perancis, Belgia, Spanyol, Jepang, Belanda, Jerman, dan Denmark. Biasanya yang sering diminta adalah belut hidup, belut beku dan belut asap.
Belut yang diminta dari negara-negara tetangga sangat bervariasi. Setiap tahun Jepang mengimport 100 ton belut segar dari berbagai negara produsen seperti Birma, Thailand, Vietnam. Jepang meminta belut ukuran 180 s/d 220 gram / ekor dan 250 gram / ekor. Belgia menghendaki belut berukuran 100 s/d 200 gram / ekor. Jerman menghendaki ukuran 400 s/d 800 gram / ekor. Sementara negara-negara lain menghendaki belut berukuran kecil 200 s/d 250 gram / ekor dan berukuran besar 300 s/d 400 gram / ekor.
Selain pasar luar negri didalam negripun permintaan untuk komoditi ini cukup tinggi. Sebagian besar masyarakat Indonesia menggemari belut yang dikemas dalam bentuk pepes, belut asap, kripik, abon dan dendeng belut dan lain-lain. Pertambahan jumlah penduduk yang cukup besar dapat ditangkap sebagai peluang pasar yang potensial. Belut memiliki prospek dan potensi yang besar dan menjanjikan untuk dikembangkan dan dibudidayakan secara komersial.
Manfaat dan Kegunaan Belut
Belut merupakan sumber protein hewani yang dapat diolah menjadi berbagai makanan. Belut juga mengandung nilai gizi yang tinggi dengan komposisi yang lengkap .Selain untuk dikonsumsi, olahan belut dapat berfungsi sebagai obat alternative.
Belut mengandung protein dan gizi yang yang baik untuk anak-anak dan orang dewasa. Daging belut dapat diolah menjadi berbagai masakan seperti direbus, disetup, digoreng, dipepes dan dipanggang.
Belut itu enak dan bergizi
Kalau kata emak saya sih belut itu bisa bikin pinter dan bergizi. Kita tanyakan saja pada ahliny. Menurut Drs Roy Ruslan MM, trainer budidaya belut dari PT Dapetin (Jakarta), rasa khas dan nilai gizi belut telah membuat banyak konsumen ikan di Jepang dan Eropa menggemari makhluk penghuni lumpur ini. “Terutama kandungan protein dan vitamin A,” tegasnya. Belut utuh (non fillet) size 15 – 20 juga sangat bagus sebagai sumber kalsium. Konon, belut juga memiliki kandungan vitamin E yang tinggi. Sayang, Roy mengaku belum mendapatkan angkanya. Selain karena nilai gizinya, khasiat yang secara empirik dibuktikan oleh konsumen juga menjadi pendorong tingginya permintaan belut. Belut fillet mentah –disajikan di restoran Jepang – diyakini mampu meningkatkan vitalitas. Selain itu belut juga dikenal berkhasiat memperbaiki keseimbangan hormonal sehingga menghambat menopause dan melancarkan ASI.
Peluang bisnis
Seperti yang sudah ditulis diatas, belut memiliki potensi ekspor yang besar. Untuk pasar lokal juga cukup besar. Peluang untuk bisnis makanan berbahan dasar belut juga masih sangat besar. Kebanyakan belut hanya dimasak goreng garing/asap. Dengan lebih mendiversifikasikan masakan belut, maka itu akan menjadi potensi besar untuk meraup rupiah dari berjualan masakan belut. Saya saat ini tinggal di Yogyakarta, sampai saat ini saya belum pernah ketemu sama yang jualan belut (mentah) di pasar, denger-denger sih di Godean ada (ga tau karena bukan asli jogja), tapi itupun katanya belut matang ya alias goreng garing.
c. Ikan Keting
Lundu alias keting adalah nama umum bagi sekelompok ikan air tawar yang tergolong ke dalam marga Mystus (suku Bagridae, bangsa Siluriformes). Banyak nama lokal yang disematkan ke ikan-ikan ini, beberapa di antaranya adalah keting, kating, ndaringan, sengat, senggiringan, ririgi, kelibere dan lain-lain bergantung kepada spesies dan daerahnya.
Kelompok ikan dalam marga Mystus sangat beragam, terdiri dari jenis-jenis ikan yang berukuran kecil sampai sedang.[1] Sistematika kelompok ini masih belum mantap dan memerlukan kajian lebih lanjut.[2] Kekerabatan filogenik di dalam marga ini belum diketahui dengan jelas, meski diduga ada dua garis kekerabatan utama. Akan tetapi diyakini sejak tahun 2005 bahwa marga ini bersifat parafiletik.[1]
Marga Mystus diyakini memiliki asal-usul dari wilayah Asia Selatan dan Tenggara.
Sebelumnya, marga ini juga dikenal dengan nama lain Macrones, nama yang kini tidak dipakai lagi karena telah digunakan lebih dulu sebagai nama marga sejenis kumbang (Coleoptera).
2.3 Estuarine
a. Ikan Gelodok
Gelodok, belodok, belodog atau blodog adalah golongan sekelompok ikan dari beberapa marga yang termasuk ke dalam anak suku Oxudercinae. Ikan-ikan ini senang melompat-lompat ke daratan, terutama di daerah berlumpur atau berair dangkal di sekitar hutan bakau ketika air surut. Nama-nama lainnya adalah tembakul, tempakul, timpakul atau belacak (bahasa Melayu), gabus laut, lunjat dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris disebut mudskipper, karena kebiasaannya melompat-lompat di lumpur itu.
Penyebaran dan Habitat
Hidup di wilayah pasang surut, gelodok biasa menggali lubang di lumpur yang lunak untuk sarangnya. Lubang ini bisa sangat dalam dan bercabang-cabang, berisi air dan sedikit udara di ruang-ruang tertentu. Ketika air pasang naik, gelodok umumnya bersembunyi di lubang-lubang ini untuk menghindari ikan-ikan pemangsa yang berdatangan.
Ikan jantan memiliki semacam alat kopulasi pada kelaminnya. Setelah perkawinan, telur-telur ikan gelodok disimpan dalam lubangnya itu dan dijaga oleh induk betinanya. Telur-telur itu lengket dan melekat pada dinding lumpur. Gelodok Periophthalmodon schlosseri dapat bertelur hingga 70.000 butir.
Ketika menjelajah daratan, gelodok juga sering menyerang dan mengusir gelodok yang lainnya, untuk mempertahankan teritorinya.
Ikan gelodok hanya dijumpai di pantai-pantai beriklim tropis dan subtropis di wilayah Indo-Pasifik sampai ke pantai Atlantik, benua Afrika.
Saat ini telah teridentifikasi sebanyak 35 spesies ikan gelodok. Terbagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu Boleophthalmus, Periophthalmus dan Periophthalmodon. Beberapa spesies contohnya adalahPseudapocryptes elongatus, Periophthalmus gracilis, Periophthalmus novemradiatus, Periophthalmus barbarus, Periophthalmus argentilineatus danPeriophthalmodon schlosseri.
Nilai Ekonomis
Belum banyak terkuak nilai dari ikan ini. Namun ikan ini termasuk yang paling tahan terhadap kerusakan lingkungan hidup dan dapat tetap hidup dalam kondisi yang “memprihatinkan” sekalipun. Namun di Tiongkok dan Jepang, ikan gelodok menjadi santapan, selain juga digunakan sebagai obat tradisional, terutama sebagai peningkat tenaga lelaki.
- b. Ikan Kerapu Tikus
Ikan kerapu tikus (Cromileptes altivelis). Hal ini karena harga per kilogramnya
jauh lebih mahal dibandingkan dengan kedua jenis kerapu lainnya. Di Indonesia,
kerapu tikus ini dikenal juga sebagai kerapu bebek atau di dunia perdagangan
internsional mendapat julukan sebagai panther fish karena di sekujur tubuhnya
dihiasi bintik-bintik kecil bulat berwarna hitam.
Penyebaran dan Habitat
Daerah penyebaran kerapu tikus di mulai dari Afrika Timur sampai Pasifik
Barat Daya. Di Indonesia, ikan kerapu banyak ditemukan di perairan Pulau
Sumatera, Jawa, Sulawesi, Pulau Buru, dan Ambon. Salah satu indikator adanya
kerapu adalah perairan karang. Indonesia memiliki perairan karang yang cukup
luas sehingga potensi sumberdaya ikan kerapunya sangat besar.
Dalam siklus hidupnya, pada umumnya kerapu muda hidup di perairan
karang pantai dengan kedalaman 0,5 – 3 m, selanjutnya menginjak dewasa
beruaya ke perairan yang lebih dalam antara 7 – 40 m.
Telur dan larva Ikan Kerapu bersifat pelagis, sedangkan kerapu muda dan dewasa bersifat demersal.
Habitat favorit larva dan kerapu tikus muda adalah perairan pantai dengan dasar pasir berkarang yang banyak ditumbuhi padang lamun.
Parameter-parameter ekonlogis yang cocok untuk pertumbuhan ikan
kerapu yaitu temperatur antara 24 – 310C, salinitas antara 30 -33 ppt, kandungan
oksigen terlarut > 3,5 ppm dan pH antara 7,8 – 8. Perairan dengan kondisi
seperti ini, pada umumnya terdapat di perairan terumbu karang.
Nilai Ekonomis
Kerapu Tikus yang banyak di ekspor ke Hongkong ini berdasarkan hasil uji coba diBalai Besar BBPBAP Jepara ternyata dapat dibudidayakan di tambak. Selain itu
budidaya kerapu tikus ini dapat memberikan keuntungan bersih sekitar Rp
146.800.550,- untuk tingkat pembesaran.
Hal ini diungkapkan oleh Tri Suprapto KP dan Endhay Kusnendar K dari Balai Besar
Pengembangan Budidaya Air payau (BBPBAP) di Jepara, Jawa Tengah dalam Lokakarya
Nasional dan Pameran Pengembangan Agribisnis Kerapu akhir bulan Agustus lalu.
Kerapu tikus (cromeleptes altivelis), merupakan jenis ikan kerapu yang mempunyai
nilai ekonomis tinggi dengan harga jual hidup ukuran konsumsi (350-400
gram/ekor) mencapai harga sekitar 350.000 – 400.000 rupiah /kg.
Dari analisa rugi laba, usaha budida kerapu tikus ini ternyata memberikan
keuntungan bersih yang lumayan besar. Untuk fase pendederan ( dari benih,
seperti penyemaian untuk tanaman) dengan 3 siklus pemeliharaan harga jualnya
mencapai 59.560.000 rupiah. Sedang untuk fase sarmula ( pembesaran permulaan
setelah fase pendederan) harganya mencapai 105.273.000 rupiah. Dan untuk fase
pembesaran kerapu, harga jualnya sekitar 146.800.550 rupiah. Tentunya suatu
prospek bisnis yang cukup cerah bagi para pengusaha kerapu atau juga barangkali
para nelayan.
Selain itu, berdasarkan hasil uji coba BBPBAP di Jepara, kerapu tikus ternyata
tidak hanya dapat dibudidayakan di keramba Jaring Apung di laut, tetapi dapat
dibudidayakan juga di tambak.
2.4 Freshwater
a. Ikan Discus
Ikan hias discus ( Symhysodonodiscus Sp ) adalah salah satu ikan hias yang berasal dari perairan Brazil tepatnya dari sungai Amazon. Ikan hias discus di senangi oleh berbagai Negara. Oleh sebab itulah ikan hias discus menjadi peluang usaha yang sangat bagus. Ikan hias discus sangat potensial untuk di budidayakan di Indonesia, sebab peminat dalam negeri juga tidak kalah dengan peminat luar negri.
Selain bisa dijual dipasar local namun ikan hias discus juga merupakan komoditas expornya tinggi. Ikan hias discus mempunyai ciri khas berbadan pipih dan bundar dengan warna kecoklat-coklatan. Sepasang ikan discus dapat ditempatkan di aquarium 75 x 35 35 cm , kualitas air yang jernih sangat diperlukan untuk perkembangan ikan ini, temperature sekitar 28 – 300 C pH (derajat keasaman) 5 – 6 selain itu kandungan Oksigen terlarutnya harus cukup tinggi yaitu + lebih besar dari 3 ppm (pxrt per million).
Ikan hias discus yang telah berumur 15 – 20 bulan sudah dapat dikembang biakkan. Makanan ikan discus adalah makanan buatan yang ada di pasaran, kutu air, cacing, dan cuk.
b. Ikan Severum
Ikan hias severum ( Cichlosoma Sp ) merupakan ikan hias yang berasal dari perairan Amerika serikat. Ciri khas ikan hias severum adalah tibuhnya yang pendek, gepeng dan gemuk. Warna ikan severum berfariasi antara hitam keciklatan dan coklat kekuningan.
Ikan hias severum juga sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Ikan severum dapat di budidayakan didalam aquarium atau bak semen. Ikan hias severum memerlukan kualitas air dengan PH 5,5 – 7 , dan temperature air 21 – 25 derajat celcius.
Ikan hias severum yang sudah berumur satu tahun dengan ukuran 12 – 15 cm sudah dapat dikembang biakkan. Induk jantan ukurannya lebih besar daripada induk betina. Makannan ikan severum adalah cukl, kutu air, cacing sutra dan lain-lain.
c. Ikan Rainbow
Ikan hias Rainbow adalah ikan hias yang sangat potensial dikembangkan di indonesia. Tak jelas darimana ikan ini berasal. Ada dua jenis ikan rainbow yang terkenal, yaitu ikan Rainbow Papua ( Irian ) dan ikan Raiboe Sulawesi.
Ikan rainbow irian ciri khasnya adalah warna dasarnya keperak-perakan dengan warna metalik gelap. Ikan rainbow sulawesi cirinya adalah warna kuning zaitun dengan warna kunin di bagian bawah.
Namun yang banyak di minati adalah ikan rainbow yang dari Irian. Ikan hias rainbow berkembang biak dengan menempelkan telurnya pada tanaman air. Ikan hias rainbow memerlukan kualitas air yang jernih dengan temperature 23 – 26 derajat celcius.
Selama proses bertelur air harus benar-benar memenuhi standart yang diperlukan dan diperlukan pergantian air seminggu sekali. Makanan ikan rainbow adalah cuk, kutu air, cacing zambut dan lain-lain.
d. Ikan Niasa
Ikan hias Niasa ( Auratus Sp) adalah ikan hias yang mempunyai cirri khas bentuk tubuh tubuh memanjang agak datar dengan warna dasar hitam pekat atau kuning keemasan. Ikan hias Niasa adalah ikan yang agresif sehingga perlu hati-hati jika ingin mencampur dengan ikan hias yang lain.
Kualitas air yang deperlukan ikan hias niasa adalah PH = 7 dengan temperature air antara 24 – 27 derajat celcius. Ikan hias niasa dapat dibudidayakn dalam bak semen atau aquarium. Ktinggian air untuk pemijahan antara 30 – 35 cm.
Ikan hias niasa yang telah berumur tujuh bulan dengan ukuran 7 cm sudah dapat dikembang biakkan. Induk jantan mempunyai ci totol totol di kuning di sirip anusnya, sedang yang betina tidak punya.Makanan ikan niasa adalah kutu air,
DAFTAR PUSTAKA
http://perpustakaandinaskelautandanperikanan.blogspot.com/2011/09/ikan-sidat.html
http://navalda-shore.blogspot.com/2011/01/ikan-salmon-dan-sidat.html
http://www.iftfishing.com/fishing-guide/fishypedia/salmon
http://updatebudidaya.blogspot.com/2011/05/budi-daya-ikan-baronang.html
http://qflyandis.wordpress.com/2009/06/20/3/
http://ms.wikipedia.org/wiki/Ikan_Trout
http://www.oseanografi.lipi.go.id, http://img410.imageshack.us
http://ikanmania.wordpress.com/2008/01/27/belut/
http://forum.o-fish.com/viewtopic.php?f=12&t=2862
http://peluangusaha-oke.com/jenis-jenis-ikan-hias-air-tawar/
terimkasih sy atas info ttg nama dan species ikan klo bsa disertai gambar biar akurat thanks yaa,,
yap. trimksih jg untuk sarannya…
Ping-balik: morfologi ikan bandeng | Makanan Siap Saji·
Ping-balik: Vacant Jobs for Every One » morfologi ikan bandeng·